Selasa, 30 November 2010

Tinggi Tsunami di Mentawai Capai 15 Meter


Jum'at, 29 Oktober 2010 | 14:57 WIB

Salah satu area di pulau Pagai Utara, Mentawai, yang luluh lantak diterjang tsunami dilihat dari udara(27/10). AP/Achmad Ibrahim
TEMPO Interaktif, PADANG- Tinggi gelombang tsunami akibat 7,2 Scala Richter pada Senin lalu di Kepulauan Mentawai di beberapa tempat di Mentawai mencapai puncak pohon kelapa dengan tinggi 15 meter.

Seperti di Dusun Purourougat, Desa Malakopak, Pulau Pagai Selatan yang dikunjungi Presiden Susilo Bqmang Yudhoyono kemarin. Di lokasi itu tinggi tsunami mencapai puncak pohon kelapa.

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hendri Doris Satoko yang ikut rombongan presiden menuturkan, helikopter presiden mendarat di bekas lantai rumah warga yang rata tersapu tsunami.

"Satu dusun itu hancur tersapu tsunami, saya lihat sendiri, bekas air sampai di puncak pohon kelapa, karena semua daunnya mati kecoklatan,” kata Hendri, Jumat (29/10). Di Purourogat 60 orang tewas dan 5 lainnya hilang.

Tsunami dengan ketinggian yang sama juga terjadi di Muntei Barubaru di Pulau Pagai Utara yang sama-sama menghadap ke Samudera Hindia.Tsunami terjadi 10 menit setelah gempa, pada Senin alu.

”Gelombang air memang sangat tinggi, setinggi kelapa, bekasnya juga terlihat pada daun kelapa yang mati, semua habis tersapu, yang tersisa hanya tapak gereja dan beberapa tapak rumah,” kata Kepala Dusun Muntei Jersanius Samaloisa. Dari 311 warga Muntei, 67 orang ditemukan tewas dan 124 hilang.

Kapala Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, Ade Edward mengatakan tinggi tsunami di Mentawai bervariasi tergantung kontur dan tempatnya. Tinggi tsunami dari 1 hingga 15 meter.

“Di Sikakap, pantai timur Pulau Pagai Utara, tsunaminya hanya 1 meter hingga 1,2 meter, sementara di pantai bagian barat yang berhadapan dengan samudra tingginya mencapai 15 meter,” kata Ade Edward.

Ia mengatakan tinggi tsunami biss terlihat dari tanda-tanda di lingkungan yang terkena.
"Misalnya daun kelapa yang menjadi coklat itu, itu artinyatsunami memang mencapai ketinggian itu, nanti akan ada tim ahli yang meneliti,” kata Ade Edward.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar