Selasa, 30 November 2010

pelapisan sosial dan persamaan derajat

PELAPISAN SOSIAL

Pelapisan sosial merupakan tingkatan kedudukan sosial yang di nilai oleh masyrakat berdasarkan nilai-nilai tertentu, contohnya : tingkat kekayaan, tingkat pendidikan , tingkat jabatan dalam pekerjaan atau bahkan pengaruh keturunan(ningrat). Di dalam kebudayaan indonesia pelapisann sosial telah mengakar kuat contohnya adanya kasta dalam agama hindu bali, masih kuatnya adat kesultanan di jogjakarta yang masih di pegang teguh oleh masyarakat setempat.Sisi negatif dari pelapisan sosial adalah adanya kecemburuan sosial, indonesia pernah mengalami hal ini pada tahun 1998 dimana sebagian masyarakat terbakar api kecemburuan sosial nya dan menjarah toko-toko yang mayoritas di miliki oleh masyarakat indonesia keturunan china.

PERSAMAAN DERAJAT
Persamaan derajat adalah setiap orang mempunyai hak-hak yang sama tidak dibedakan dari kaya miskinya , warna kulitnya , gendernya semuanya mempunyai kedudukan dan kesempatan yang sama. 
Emansipasi ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu.
Di antara lainnya, Karl Heinrich Marx membahas emansipasi politik dalam esainya Zur Judenfrage (Tentang Masalah Yahudi), meski sering di samping (atau bertentangan dengan) istilah emansipasi manusia. Pandangan Karl Marx tentang emansipasi politik dalam karya ini diikhtisarkan oleh seorang penulis seperti memerlukan "kesamaan derajat warganegara perseorangan dalam hubungannya dengan negara, kesamaan di depan hukum, tanpa memandang agama, harta benda, atau ciri orang perorang 'pribadi' lainnya."[1]
"Emansipasi politik" sebagai frase kurang umum dalam penggunaan modern, khususnya di luar konteks akademik, asing, ataupun aktivis. Namun, konsep serupa dapat disebut dengan istilah lain. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, gerakan HAM yang memuncak dalam UU Hak Suara 1965, dapat dipandang sebagai realisasi lanjutan atas peristiwa seperti Proklamasi Emansipasi dan penghapusan perbudakan seabad sebelumnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar