Minggu, 24 Oktober 2010

Penduduk, Masyarakat,Kebudayaan.



PENDUDUK.

PENGERTIAN PENDUDUK
kumpulan individu yang mendiami, menetap , tumbuh , dan berkembang dalam suatu wilayah.

PERMASALAHAN PENDUDUK
pertumbuhan jumlah penduduk yang pesat dalam suatu wilayah merupakan masalah yang besar karena hal ini berpengaruh langsung terhadap permasalahan yang ada dalam masyarakat, contohnya meningkatnya angka kriminalitas, meningkatnya angka kemiskinan, terkurasnya sumber daya alam secara berlebihan karena meningkatnya kebutuhan.

Adapun solusi (pemecahan masalah) terhadapa permasalahan penduduk diatas:
1. Persebaran penduduk: Semakin bertambahnya jumlah penduduk dalam suatu wilayah mengakibatkann 
    semakin berkurangnya lahan yang tersedia baik itu yang di fungsikan sebagai lahan olahan( pertanian) 
    maupun untuk pemukiman, persebaran penduduk merupakan solusi yang ampuh untuk permasalahan 
    tersebut. permerintah indonesia telah melaksanakan program transmigrasi yaitu program persebaran p-
    enduduk, dimana penduduk pulau jawa yang sudah sangat padat dan minim lahan disebar ke pulau2 yang
    masih tersedia banyak lahan kosong, contohnya p. kalimantan, p . irian .
2. KB(keluarga berencana): merupakan program pemerintah yang bertujuan menekan laju jumlah penduduk 
    dengan cara menganjurkan agar setiap keluarga cukup memiliki 2 anak saja
3. Meningkatkan sumber daya manusia: dengan ditingakatakan nya sumber daya manusia diharapkan agar di 
    ditemukn nya inovasi- inovasi baru yang dapat memberi solusi terhadap masalah-masalah yang ada dalam 
    masyarakat

KOMPOSISI PENDUDUK
adalah penjabaran susunan penduduk yang dapat dibedakan berdasarkan jenis kelamin, umur,mata pencaharian,pendidikan.stelah hal tersebut di ketahui hal tersebut dapat disusun dengan cara membuat pyramid.
pyramid penduduk: grafik susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada saat tertentu yang di susun dalam bentuk pyramid. 
terdapat 3 bentuk pyramid 
1.piramyd muda yaitu susunan penduduk dimana terdapat lebih banyak penduduk muda di banding penduduk
   tua dan angaka kelahiran lebih banyak daripada angka kematian.
2.piramyd stasioner yaitu susunan penduduk dimana penduduk muda dan penduduk tua memliki jumlah yang 
   seimbang
3. pramyd tua: piramyd yang menunjukan usia tua lebih banyak dibandingkan usia muda dan angka kematian 
    lebih banyak daripada angka kelahiran.

MASYARAKAT.


PENGERTIAN MASYARAKAT.
Suatu  kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturanya dalam kehidupan sosialnya telah di mungkinkan,karena memiliki pranata sosialyang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupanya., pranata sosial yang dimaksud adalah  perangakat peratuara yang berfungsi untuk mengatur peranan serta hubungan antara anggota masyarakat tersebut. pranata sosial yang dimaksud bisa berupa hukum negara atau hukum adat pada wilayah masyarakat.




KEBUDAYAAN.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN.
Pengertian secara umum : kebudayaan adalah hasil pemikiran manusia yang digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. contohnya: teknologi, pendidikan , gaya hidup, agama dll.


Pengertian secara sosiologi:
1. francis merril: kebudayaan adalah pola-pola prilaku yang dihasilkan melalui interaksi sosial
    semua prilaku dan semua produk yang dihasilkan didalam masyrakat melalui interaksi simbolis
2. Mitchell: kebudayaan adalahsebagian dari perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia yang 
    telah memasyarakat secara sosial bukan sekedar dialihkan secara genetik




Pengertian secara antropology:
1. Mallnoski : kebudayaan merupakan kesatuan dari aspek fudamental, kesatuan perorganisasian yaitu 
    tubuh artifak dan adat istiadat
2. kebudayaan adalah prilaku yang dipelajari sesorang, sesoarang tidak dapat dilahirkan tanpa kebudayaan 
    kebudayaan bersifat universal, setiap manusia memeliki kebudayaan yang diperoleh sekurang kurangnya 
    dipelajari secara biologis.




Kebudayaan Diantara Masyarakat
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas,kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.
§  Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
§  Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
§  Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
§  Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk.






KETERKAITAN ANATARA PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN.
Masyarakat merupakan perkumpulan penduduk yang menempati wilayah tertentu dalam waktu tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak dapat terbentuk tanpa adanya penduduk , karena penduduk merupakan satu bagian daripada masyarakat itu sendiri,begitupula keterkaitan anatara kebudayaan dan masyarakat, menurut saya mustahi kehidupan bermasyarakat berjalan dengan baik tanpa adanya kebudayaan, karena kebudayaan sendiri tercipta dengan tujuan untuk mempermudah manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan sebagai solusi terhadap masalah-masalah yang ada didalam kehidupan masyarakat itu sendiri, contohnya teknologi yang mempermudah kita dalam menjalani aktifitas bermasyarakat.Agama yang menjadi dasar moral dan rohani didalam masyarakat,nilai yang menjadi pedoman masyarakat dalam hal membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
 
































 
 































































































































































































Senin, 11 Oktober 2010



ILMU PENGETAHUAN

Pengetahuan diperoleh karena ada rangsangan pada diri manusia untuk mengetahui sesuatu dalam rangka mempertahankan hidupnya. Pengetahuan ada yang umum dan ada yang khusus. Pengetahuan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara pengetahuan dengan objeknya. Pengetahuan menjadi ilmiah karena adanya keinginan yang mendalam untuk menyelidiki sesuatu yang ingin kita ketahui dengan menggunakan metode tertentu, dan itulah yang kemudian disebut ilmu pengetahuan. Penelitian untuk menyelidiki kebenaran ilmiah dapat dilakukan melalui pendekatan induktif maupun deduktif. Ilmu pengetahuan dikembangkan bukan hanya untuk ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga karena adanya kepentingan-kepentingan di dalamnya. Apa pun kepentingannya, ilmu pengetahuan seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan harkat dan kesejahteraan manusia.

ILMU BUDAYA DASAR, ILMU ALAMIAH DASAR, DAN ILMU SOSIAL DASAR

Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmu pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa di samping matakuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan Kewiraan. Matakuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.

ILMU PENGETAHUAN DAN PEMANFAATANNYA

Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk meningkatkan harkat hidup manusia, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Masalahnya, manusia sering memiliki rasa serakah, sehingga ilmu pengetahuan tidak jarang digunakan untuk memenuhi kepentingannya sendiri walaupun dengan cara mengorbankan orang lain. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan ilmu pengetahuan. Karena itulah ilmu pengetahuan harus memiliki etika atau kode etik ilmu pengetahuan. Dalam mempelajari etika ilmu pengetahuan, masalah yang menjadi perhatian utama adalah masalah utilitarisme. Utilitarisme adalah nilai praktis kegunaan ilmu pengetahuan. Dalam konteks utilitarisme, ilmu pengetahuan harus dikembangkan dalam rangka memberikan kebahagiaan dan kesejehteraan semua manusia. Dari situlah perlu ada rasa keadilan dalam penerapan ilmu pengetahuan.

INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN


KONSEP INDIVIDU DAN KONSEP KELUARGA

Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.

KONSEP MASYARAKAT DAN KONSEP KEBUDAYAAN

Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.
Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.

HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN

Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

KEPENDUDUKAN, GENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


PENGERTIAN DAN KAJIAN KEPENDUDUKAN

Ilmu yang mempelajari masalah kependudukan adalah demografi.
Istilah ini pertama kali digunakan oleh Achille Guillard. Demografi sebagai suatu ilmu telah muncul sejak abad ke-17.
John Graunt seorang pedagang di London, yang melakukan analisis data kelahiran dan kematian, migrasi dan perkawinan dalam hubungannya dengan proses penduduk dianggap sebagai Bapak Demografi.
Jumlah penduduk dapat meningkat, stabil atau menurun. Indikator dari perubahan penduduk ini adalah tingkat kelahiran, kematian dan migrasi.
Komposisi penduduk merupakan suatu konsep yang mengacu pada susunan penduduk menurut kriteria tertentu, seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, dan pendidikan.
Data mengenai struktur penduduk yang disajikan secara grafis disebut piramida penduduk (population pyramid).
Kebijaksanaan kependudukan berhubungan dengan keputusan pemerintah.
Dengan mempengaruhi kelahiran, kematian, dan persebaran penduduk, pemerintah memiliki strategi yang dianggap baik untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Di luar kebijaksanaan persebaran penduduk atau migrasi, secara garis besar, kebijaksanaan kependudukan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kebijaksanaan pronatal dan kebijaksanaan antinatal.
Karakteristik angkatan kerja tidak terlepas dari pengaruh ketiga variabel utama kependudukan (kelahiran, kematian, dan migrasi). Kehidupan sosial suatu negara dapat digambarkan jika kita mengetahui komposisi lapangan pekerjaan dari angkatan kerjanya.
Antara kekuatan-kekuatan ekonomi dan kekuatan-kekuatan demografi ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi.

GENERASI, REGENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


Generasi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu masa di mana kelompok manusia pada masa tersebut mempunyai keunikan yang dapat memberi ciri pada dirinya dan pada perubahan sejarah atau zaman.
Menurut Notosusanto, pengertian generasi itu sendiri sebenarnya lebih berlaku untuk kelompok inti yang menjadi panutan masyarakat zamannya, yang dalam suatu situasi sosial dianggap sebagai pimpinan atau paling tidak penggaris pola zamannya (pattern setter).
Di Indonesia, dianggap telah ada empat generasi, yaitu generasi ‘20-an, generasi ’45, generasi ’66, dan generasi reformasi (’98).
Suatu generasi harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pada zamannya, melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang ada dan akan ada, serta menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dari pembangunan dan sumber daya-sumber daya tersebut.
Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem dan mekanisme pembangunan dalam keseluruhan yang melibatkan semua pihak, baik aparatur, peraturan, pengawas, maupun rakyatnya (grass-root).
Selain itu, diperlukan juga kajian-kajian sosial seperti ekonomi, kependudukan (demografi) dan ekologi untuk pendukungnya.
Cara pandang kita terhadap pengertian generasi, baik dari sisi terminologi maupun fakta dan persepsinya tidak dapat dilakukan dengan terlalu sederhana.
Dari generasi ke generasi selalu memunculkan permasalahan yang khusus dan pola penyelesaiannya akan khas pula tergantung faktor manusia dan kondisi yang ada pada zamannya.
Masing-masing generasi mencoba menjawab tantangan yang khas pada masanya dan seharusnyalah dipandang secara holistik (menyeluruh) untuk mempelajari dan mengkajinya.
Pemahaman tentang sejarah dan wawasan yang luas sangat mempengaruhi tantang penilaian dan persepsi terhadap keberadaan suatu generasi dan masyarakat secara keseluruhan.
Bila kita kaitkan antara generasi dengan pembangunan, maka keberadaan generasi tidak akan terlepas dari karakter dan ciri-ciri penduduk suatu bangsa beserta kondisinya.
Masalah penduduk yang meliputi jumlah, komposisi, persebaran, perubahan, pertumbuhan dan ciri-ciri penduduk berkaitan langsung dengan perhitungan-perhitungan pembangunan, baik konsep, tujuan maupun strategi pembangunan suatu bangsa.
Penduduk suatu bangsa dapat merupakan modal yang sangat penting bagi pembangunan (sumber daya), tetapi jika tidak dipelajari dan disesuaikan akan dapat menjadi faktor penghambat yang cukup penting pula.
Masing-masing negara mempunyai kebijakan regenerasi yang berbeda dalam menangani masalah penduduk dan dalam melakukan kaderisasi.
Pembangunan yang ideal ialah pembangunan yang harus disikapi dengan arif, cermat dan dengan konsep yang berkelanjutan (sustainable development), disesuaikan dengan kondisi dan karakter bangsa itu sendiri.

Sumber Buku Ilmu Sosial Dasar Karya Effendi Wahyono dkk

artikel ISD


Ilmu sosial (Inggris:social science) atau ilmu pengetahuan sosial (Inggris:social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. Ilmu ini berbeda dengan seni dan humaniora karena menekankan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari manusia, termasuk metoda kuantitatif dan kualitatif. Istilah ini juga termasuk menggambarkan penelitian dengan cakupan yang luas dalam berbagai lapangan meliputi perilaku dan interaksi manusia di masa kini dan masa lalu. Berbeda dengan ilmu sosial secara umum, IPS tidak memusatkan diri pada satu topik secara mendalam melainkan memberikan tinjauan yang luas terhadap masyarakat.
Ilmu sosial, dalam mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural, sebelumnya dianggap kurang ilmiah bila dibanding dengan ilmu alam. Namun sekarang, beberapa bagian dari ilmu sosial telah banyak menggunakan metoda kuantitatif. Demikian pula, pendekatan interdisiplin dan lintas-disiplin dalam penelitian sosial terhadap perilaku manusia serta faktor sosial dan lingkungan yang mempengaruhinya telah membuat banyak peneliti ilmu alam tertarik pada beberapa aspek dalam metodologi ilmu sosial.[1] Penggunaan metoda kuantitatif dan kualitatif telah makin banyak diintegrasikan dalam studi tentang tindakan manusia serta implikasi dan konsekuensinya.
Karena sifatnya yang berupa penyederhanaan dari ilmu-ilmu sosial, di Indonesia IPS dijadikan sebagai mata pelajaran untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Sedangkan untuk tingkat di atasnya, mulai dari sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan perguruan tinggi, ilmu sosial dipelajari berdasarkan cabang-cabang dalam ilmu tersebut khususnya jurusan atau fakultas yang memfokuskan diri dalam mempelajari hal tersebut.


sumber : wikipedia

artikel ISD


Bocah SD Gantung Diri Gara-Gara Tak Mampu Bayar SPP

            Gara-gara tidak mampu bayar SPP, Mitaful Jannah nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Selepas maghrib, bocah 13 tahun yang tinggal di Kelurahan Karang Semande,Kecamatan Karang Malang, Balong Panggang, Gresik, itu menggantungkan setagen sepanjang 395 cm warna putih di lehernya.
            Mengapa Mita nunuh diri ? Atun, adik Sami, mengatakan, korban stres dan bingung karena tidak punya uang biaya tur yang akan diadakan di sekolahnya. “Kalau tidak bisa bayar, katanya tidak boleh ikut rekreasi dan ambil ijasah,”tuturnya.
            Ini diketahui dari surat terakhir yang akan dikirim korban ke orang tuanya di Bali. Surat tersebut ditemukan di tumpukan lemari pakaian korban.
            Orang tua korban saat ini memang berada di Bali sebagai penjual sayur di pasar. Mita yang sehari-hari diasuh oleh Weni-Sami mendapat kiriman uang dari Bali. “Hampir dua tahun orang tuanya tidak ke Gresik,”ucapnya.
            Dari surat itu diketahui bahwa Mita minta kiriman uang Rp.25.000-50.000 karena uang yang dikirimnya sebelumnya sudah habis. Mita minta ibunya segera mengirimkan uang tersebut atau kembali ke Jawa pada bulan Juni.
            Mita juga bilang, dia tidak mau kalau harus minta ke Pakde Katiran lagi karena dia bilang tidak punya uang. Mita juga berkeluh kesah kalau sudah tidak kerasan lagi karen sering dimarahi emak-embah (Wani).
            Bahkan, Mita juga sempat marah dan sakit hati ketika emak embahnya berkata bahwa dirinya makan dan tidur tidak membayar. Jadi, Mita minta tidak usah minta macam-macam. Hal tersebut membuat Mita sakit hati.

(kutipan dari Jawa Pos,15 Juni 2004)
Durkheim dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan sosiologi sebagai satu disiplin ilmu tersendiri. Prestasi Durkheim adalah bagaimana faktor sosial mempengaruhi perilaku manusia. Bahwa perilaku manusia tidak bisa hanya dipahami dari sisi pribadi seseorang saja,kita tetap harus memperhitungkan faktor sosial di sekitarnya. Kesimpulan ini diambil Durkheim berdasarkan penelitiannya seputar orang yang bunuh diri. Ia berpendapat bahwa orang yang memiliki ikatan sosial yang kuat, tidak akan dengan mudah memutuskan untuk melakukan bunuh diri. Hal ini turut menjelaskan mengapa laki-laki yang cenderung independen lebih mudah melakukan bunuh diri. Tapi ia juga berpendapat kalau ikatan itu terlalu kuat, juga membahayakan. Dalam konteks sekarang ini,teori Durkheim bisa jadi menjelaskan bagaimana bunuh diri bisa terjadi pada mereka yang patah hati .

Sabtu, 02 Oktober 2010

Artikel 2 ISD

Membedah Masalah Banjir

Artikel 1 ISD


BAB II
Artikel ISD
Pendahuluan
            Semua tentunya berawal dari kecenderungan manusia yang ingin menguak segala misteri yang di sekitarnya. Inovasi-inovasi adalah contoh dari rasa penasaran itu yang akhirnya membawa kita-manusia-menjadi semakin modern. Ilmu sosial adalah salah satu hasilnya, salah satu ilmu yang dikembangkan oleh masyarakat modern.

Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi dalam Suatu Masyarakat

Revolusi merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan sosial. Revolusi Oktober 1917 di Rusia menyebabkan terjadinya perubahan besar, daribentuk kerajaan absolut menjadi diktator proletar yang berdasarkan pada Doktrin Marxisme. Perubahan dari Orde Baru ke Orde Reformasi di Indonesia menyebabkan terjadinya perubahan pemerintahan yang bersifat sentralistik (top-down) menjadi pola pemerintahan otonom (bersifat bottom-up). Perubahan kondisi revolusi berdampak pada perubahan struktur kemasyarakatan, lembaga kemasyrakatan, dan bentuk negara.
Faktor yang muncul dari luar masyarakat
Perubahan sosial yang bersumber dari luar masyarakat, meliputi :
a.      Lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia
b.      Peperangan; dan
c.       Pengaruh kebudayaan masyarakat lain, berupa proses akulturasi ,asimilasi, dan difusi (persebaran kebudayaan)

A.     Lingkungan Alam Fisik di Sekitar Manusia
Faktor lingkungan alam fisik yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial, antara lain gempa bumi, banjir besar, dan tsunami. Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut terpaksa mengungsi dan meninggalkan tempat tinggalnya. Apabila mereka mendiami tempat tinggal baru, mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam yang baru dan lingkungan masyarakat setempat.
B.      Peperangan
Peperangan dengan negara lain dapat pula menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Negara yang menang akan memaksa negara yang takluk untuk menerima kebudayaannya yang dianggap sebagai kebudayaan yang lebih tinggi tarafnya. Negara yang kalah dalam Perang Dunia II seperti Jerman dan Jepang. Jerman dibagi menjadi 2, yaitu Jerman Barat (Republik Federasi Jerman) dan Jerman Timur (Republik Demokrasi Jerman) yang masing-masing berorientasi kepada Blok Barat dan
Blok Timur. Namun, kedua negara tersebut kemudian bersatu.

C.      Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain
Pengaruh kebudayaan tersebut dapat dilakukan melalui proses difusi (penyebaran kebudayaan) dengan berbagai media, seperti radio, televisi, film, internet, majalah, dan surat kabar. Apabila kebudayaan bertemu, sedangkan salah satu kebudayaan dalam unsur tertentu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi, mungkin terjadi proses imitasi, yaitu peniruan terhadap unsur tersebut ditambahkan pada kebudayaan asli kemudian diubah dengan kebudayaan baru. Misalnya, orang Indonesia lebih suka menggunakan pakaian dari Barat dan hanya menggunakan pakaian tradisional pada saat acara-acara tertentu saja.
Penyesuaian Masyarakat terhadap Perubahan
            Keseimbangan dalam masyarakat dimaksudkan sebagai suatu keadaan dimana lembaga kemasyarakatan benar-benar berfungsi dan saling mengisi. Dalam keadaan demikian, individu secara psikologis merasakan adanya ketenteraman. Akan tetapi, kadang-kadang unsur baru tersebut dipaksakan masuknya oleh suatu kekuatan. Apabila masyarakat tidak dapat menolaknya, karena masuknya unsur baru tersebut tidak menimbulkan kegoncangan, pengaruhnya tetap ada.
            Ada kalanya unsur baru dan unsur lama bertentangan secara bersamaan serta mempengaruhi norma-norma dan nilai-nilai, kemudian berpengaruh juga pada warga masyarakat. Adanya gangguan menandakan bahwa ketegangan serta kekecewaan di antara para warga masyarakat tidak mempunyai jalan keluar ke arah suatu pemecahan atau penyelesaian. Apabila ketidakseimbangan tersebut dapat dipulihkan kembali, setelah terjadi suatu perubahan, keadaan tersebut dinamakan suatu penyesuaian (adjustment). Sebaliknya, apabila ketidakseimbangan tersebut tidak dapat dipulihkan, keadaan tersebut dinamakan ketidaksesuaian sosial (maladjustment) yang mungkin mengakibatkan anomie
Beberapa contoh penyesuaian dalam masyarakat antara lain sebagai berikut :
a)        Di Minangkabau, perempuan mempunyai kedudukan yang penting karena garis keturunan yang matrilinieal. Hubungan antara anggota keluarga batih lebih erat, terutama hubungan antara anak dan ayahnya. Pendidikan anak-anak yang sebelumnya dilakukan keluarga ibu diserahkan kepada ayah.
b)        Di Jawa, seperti yang dikemukakan Selo Soemardjan berkaitan dengan digantinya bahasa Jawa yang mengenal sistem pertingkatan bahasa dengan bahasa Indonesia sebagai gejala yang mengikuti perubahan dari sistem berlapis-lapis tertutup ke sistem berlapis-lapis terbuka.

Ilmu Sosial Dasar


Ilmu Sosial Dasar
Pengertian
Menurut para ahli
·         Auguste Comte (1798-1857)
Ilmu sosial adalah pengetahuan tentang pengauh timbal balik antara gejala sosial dan non sosial
·         Emile Durkheim (1858-1917)
Ilmu sosial adalah sebagian dari ilmu sejarah dan ekonomi
·         Herbert Spenser (1820-1903)
Berpendapat bahwa masyarakat itu meliputi semua level dari mulai masyarakat yang paling bawah (barbar) sampai masyarakat yang paling tinggi (peradaban).
·         Roucek dan Warren
Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
·         William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff
Ilmu sosial adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya organisasi sosial .
·         J.A.A van Doorn dan C.J Lammers
Ilmu sosial adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses kemasyarkatan yang bersifat stabil.
·         Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Jadi secara garis besar yang saya ambil ,
Ilmu sosial dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia dan lingkungannya secara keseluruhan. Intinya, sosial membuat kita keluar dari mata kita untuk melihat orang lain .

Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Ilmu sosial memberi penekanan cara pandang pada konteks sosial dimana orang atau sekelompok orang hidup. Bagaimana yang lain saling berhubungan satu sama lain. Bagaimana konteks sosial mempengaruhi oleh sekelompok individu yang menempati wilayah tertentu dan memiliki budaya tertentu pula.

Tujuan Ilmu Sosial Dasar
Membawa kita pada pemahaman yang menyeluruh akan perilaku orang atau sekelompok orang. Yang pada akhirnya, akan membawa kita pada diri kita sendiri.
Tujuan pembelajaran Ilmu Sosial Dasar adalah dapat mengajarkan kita untuk mejelaskan mengapa sesuatu bisa terjadi, menggeneralisasikannya sampai bisa melampaui kasus-kasu yang sifatnya individual  yang akhirnya bisa berlaku untuk orang atau sekelompok dan situasi tertentu, dan untuk meramal atau membuat perkiraan apa yang akan terjadi di masa depan dalam kerangka ilmu yang kita ambil.

Hubungan ISD dengan IPS
Ilmu sosial dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Ilmu sosial belum mempunyai kaedah-kaedah dan dalil-dalil tetap yang diterima oleh bagian terbesar masyarakat karena ilmu tersebut belum lama berkembang, sedangkan yang menjadi objeknya adalah masyarakat manusia yang selalu berubah-ubah. Karena sifat masyarakat yang selalu berubah-ubah karena hingga kini belum dapat diselidiki dan dianalisis secara tuntas hubungan antara unsur-unsur di dalam masyarakat secara lebih mendalam. IPS di sini banyak mengambil sumber atau dalil-dalil dari Sosiologi.
           
1.    IPS mengambil bahan-bahan dari ilmu sosial.
2.    Tidak ada keharusan bahwa semua ilmu sosial perlu diturunkan dalam setiap pokok bahasan IPS, tapi disesuaikan dengan tujuan pengajaran dan perkembangan peserta didik.
3.     Jenjang pendidikan juga ikut menentukan jumlah dan bagian isi ilmu sosial yang akan diramu menjadi program IPS.
4.    Kesamaannya IPS dapat disusun dengan mengaitkan atau menggabungkan berbagai unsur ilmu sosial sehingga menjadi menarik.